17 Agustus, 2009

Awas Salah Jurusan

Mungkin bagi kebanyakan orang kuliah merupakan suatu keharusan yang harus dipenuhi dengan cara apapun. Bahkan tidak jarang para orang tua akan bersedia membayar berapapun biaya yang diminta agar anaknya bisa masuk salah satu jurusan tertentu. Hal itu memang tidak salah, apalagi kuliah merupakan salah satu wujud pendidikan jadi tidak ada salahnya kalau orang tua ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi para putra putri mereka.

Hanya saja, saya berharap para orang tua tersebut tidak asal mendaftarkan anak mereka pada suatu jurusan favorit tanpa memperhatikan minat dan juga bakat anak-anak mereka sendiri. Karena tidak jarang banyak mahasiswa merasa tidak kuat dan tidak betah di suatu jurusan tertentu karena itu jurusan tersebut memang bukan minat mahasiswa tersebut dan dia hanya memenuhi keinginan orang tuanya untuk kuliah disana tanpa memikirkan dampak yang akan muncul setelahnya.


Kebanyakan anak yang kuliah bukan di jurusan yang bukan minatnya akan merasa bosan dengan materi kuliah yang disajikan sehingga tidak jarang mereka akan bermalas-malasan di kelas bahkan ada juga yang sampai tidak masuk kuliah. Dan setelah itu, karena sebelumnya memang tidak begitu memperhatikan kuliah, otomatis mereka tidak akan terlalu memperhatikan kalau ada tugas kuliah sehingga mereka pun akhirnya jarang mengumpulkan tugas. Ketika ujian datang pun mereka sudah tertinggal banyak materi kuliah sehingga mereka tidak bisa mengerjakan semua soal yang ada dengan maksimal. Dan akirnya, ketika transkip IP keluar mereka pun hanya bisa tertunduk lesu karena banyak mata kuliah yang tidak lulus dan akhirnya mereka pun akan semakin tidak bersemangat untuk melanjutkan kuliah. Dan jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mereka akan di "DO" dari tempat mereka kuliah.

Tentu anda tidak ingin mengalami hal tersebut bukan? Oleh karena itu, saya berharap anda tidak asal-asalan ketika menentukan tempat dimana anda akan kuliah. Dan bagi para orang tua, saya harap anda tidak terlalu memaksakan kehendak kepada anak anda untuk masuk pada salah satu jurusan tertentu. Bicarakan dulu dengan anak-anak anda, apa bidang yang mereka minati dan apa bakat yang mereka miliki. Kalau bisa, usahakan kuliah pada bidang yang memang anda berbakat dan juga berminat pada bidang tersebut. Karena bakat saja tanpa ada minat hasilnya akan kurang maksimal, begitu juga sebaliknya.

Demikian sedikit uraian yang bisa berikan, semoga bisa bermanfaat. Satu kalimat terkahir dari saya, "Pikirkan baik-baik, jangan sampai salah jurusan"

03 Juli, 2009

Mojopahit Return

Berbicara tentang mojokerto, rasanya tidak akan pernah bisa lepas dari kerajaan mojopahit yang merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Tidak dapat kita pungkiri, bahwa kerajaan yang satu ini memang sangatlah luas kekusaannya sehingga tidak heran jika mojopahit pun pernah dikenal ke seluruh antero bangsa ini bahkan mungkin sampai ke seluruh asia. Namun, kejayaan itu sudahlah sirna dan yang tersisa hanyalah sejarahnya saja. Sangat ironi bukan?

Sebagai seorang penduduk mojokerto, saya sangat bangga akan kebesaran kerajaan mojopahit dan saya sangat tidak rela jika suatu saat nanti kerajaan mojopahit hanya tinggal namanya saja tanpa ada satu orang pun yang mengenalnya dan mengetahui sejarahnya.

Selain itu, saya juga merasa antusiasme masyarakat mojokerto akan kebudayaan tradisional juga sudah mulai hilang. Semua orang sudah mulai melupakan budayanya dan sedikit banyak sudah banyak terpengaruh oleh budaya barat dan juga semua hal yang menjadi tontonan mereka setiap hari baik itu sinetron, film, infotainment, maupun acara-acara lain yang setiap hari disiarkan di televisi. Kalau dibiarkan terus-terusan seperti ini, bukan tidak mungkin hal yang sangat saya khawatirkan tadi akan menjadi kenyataan dimana kerajaan mojopahit hanyalah tinggal namanya saja. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikannya, lalu siapa?


Berangkat dari berbagai macam hal diatas, sering sekali terbesit dalam benak saya “Kapan ya,Mojokerto punya acara ataupun event yang benar-benar bisa memunculkan suasana kemegahan Mojopahit lagi?”
Namun, setelah saya pikir kembali, tentu akan sangat memberatkan pihak yang menyelenggarakannya jika ingin mengadakan suatu acara yang benar-benar megah. Dan saya pun teringat akan acara tahunan yang ada di kota malang, yaitu Malang Tempoe Doeloe yang tiap tahun tidak pernah sepi pengunjung. Baik itu, penduduk asli Malang maupun penduduk luar Malang. Coba kita bayangkan, Malang yang tidak punya peninggalan budaya sebesar kerajaan Mojopahit saja bisa mengadakan acara yang demikian meriahnya. Mengapa kita penduduk Mojokerto yang notabene mempunyai kebudayaan dan sejarah yang lebih banyak tidak dapat mengadakan hal yang sama atau bahkan melebihinya?

Sebenarnya kita mampu dan bisa mengadakan acara serupa. Tinggal masalah kemauan dan kerjasama dari semua komponen yang ada saja. Karena menurut saya, konsep yang ada pada acara Malang Tempo Doeloe sangatlah simpel, yakni menampilkan semua hal yang bersifat tradisional. Baik itu pakaian, makanan, maupun kesenian. Namun, dalam pelaksanannya yang paling dominan dan banyak terlihat dalam acara Malang Tempoe Doeloe adalah pameran dan bazar masakan dan makanan khas Malang Tempo Doeloe sedangakan untuk kesenian dan kebudayaannya masih sangat kurang ditampilkan.

Saya harap suatu saat pemerintah Mojokerto dapat benar-benar merealisasikan apa yang sekarang menjadi impian saya ini. Karena saya rasa, acara ini sangatlah menarik dan sangatlah cocok untuk diadakan di Mojokerto yang merupakan tempat dimana Kerajaan Mojopahit dulunya berada. Belum lagi manfaat-manfaat yang lain.misalnya, menjadikan acara seperti ini sebagai sarana untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pesona alam yang dimiliki oleh Mojokerto kita tercinta, sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan masayarakat Mojokerto akan kebudayaan dan kesenian yang dimilikinya, dan juga sebagai sarana untuk mengingatkan masyarakat kita akan sejarah yang dimiliki Mojokerto sendiri.

Untuk masalah tempatnya, pemerintah Mojokerto tidak perlu cemas karena Mojokerto masih punya banyak tempat yang bisa digunakan sebagai tempat event akbar seperti ini, misalnya saja di Kompleks alun-alun kota Mojokerto, JTM(Jogging Track Mojokerto), Jalan brawijaya, Maupun di daerah luar kota seperti di kompleks stadion Gajah Mada Mojosari. Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya, saya harap acara seperti ini tidaklah diadakan terlalu sering melainkan hanya setahun sekali karena saya harap acara seperti ini akan selalu menjadi agenda tahunan pemerintah kabupaten dan kota Mojokerto. Karena jika event seperti ini terlalu sering diadakan, dikhawatirkan masyarakat akan bosan. Bukan hanya bosan pada acaranya saja, tetapi juga pada kebudayaannya juga. Selain itu, membuat format acara sebagai acara tahunan juga akan menjadikan acara ini sebagai salah satu ciri khas dan kebudayaan baru di kawasan Mojokerto sendiri tentunya.

Semoga konsep event Mojopahit return atau Mojopahit kembali ini suatu saat benar-benar dapat terwujud menjadi suatu acara yang sangat digemari dan juga menjadi acara yang setiap tahun sangat dinantikan untuk diadakan lagi.
Jayalah Mojokertoku, jayalah Indonesiaku

Pusat Oleh-oleh khas Mojokerto

Mungkin di berbagai tempat Mojokerto dikenal sebagai kota onde-onde. Memang tidak salah, karena menurut saya hampir semua warung yang ada daerah pedesaan di Mojokerto pasti menjual makanan khas Mojokerto ini. Namun, jangan harap anda akan menemukan hal yang sama jika anda berkunjung ke daerah kota Mojokerto. Dari semua toko dan pusat perbelanjaan yang ada di Mojokerto, hampir tidak akan anda temui pusat perbelanjaan yang menjual makanan khas Mojokerto ini. Dan jikalau ada, itupun hanya beberapa saja. Sangat aneh bukan? Kota yang selama ini dikenal sebagai kota Onde-onde tidak mempunyai satupun pusat penjualan makanan khas yang satu ini.

Hal ini sangatlah bertolak belakang dengan kota-kota lain yang mempunyai makanan khas yang tidak jauh berbeda. Sebagai contoh, di Pasuruan sudah ada pusat penjualan makanan khas Pasuruan yakni Telo. Di sepanjang jalan utama Kediri akan banyak kita temui penjual Tahu Pong atau yang biasa disebut juga dengan tahu takwa. Dan di Bondowoso, kita akan sangat mudah menemukan penjual Tape Bondowoso yang sangat terkenal itu karena di tepi-tepi jalan utama di Bondowoso, banyak sekali penjual Tape Bondowoso tersebut.


Jika kita teliti lebih lanjut, ini merupakan peluang bisnis yang sangat terbuka bagi siapa saja yang mau menekuninya. Apalagi pusat oleh-oleh khas Mojokerto juga masih sangat jarang ada di Mojokerto sendiri. Saya harap pemerintah bisa segera mengambil tindakan dan mencari orang yang tepat yang bisa diberi amanah untuk menjalankan bisnis ini karena sering sekali saya mendengar banyak orang yang kesulitan untuk mencari pusat oleh-oleh khas mojokerto. Pemerintah tidak perlu khawatir tidak laku karena Mojokerto merupakan salah satu jalur utama untuk masuk ke Surabaya khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah Jombang, Kediri, dan berbagai daerah lain yang letaknya lebih selatan daripada Mojokerto. Jadi tidak ada salahnya kalau pemerintah memilih daerah yang dekat dengan jalan utama Mojokerto-Surabaya sebagai lokasinya. Selain di sepanjang jalan Mojokerto-Surabaya, tempat-tempat wisata seperti di daerah Trawas, Pacet, maupun Trowulan juga tidak ada salahnya dijadikan sebagai lokasi pembangunannya

Dan sebagai tambahan lagi, pemerintah dapat menambahkan berbagai macam makanan dan hasil karya khas Mojokerto yang lain sebagai komoditinya. Misalnya saja, krupuk rambak, telo,sepatu,sandal, maupun miniatur kapal mini yang sudah lumayan terkenal itu. Dan untuk hal yang satu ini, pemerintah harus bekerjasama dengan produsen berbagai macam produk unggulan Mojokerto tersebut dengan harapan mereka dapat dengan lebih mudah memasarkan hasil produksinya. Selain itu, selama ini tidak ada integrasi antara semua produsen produk unggulan tersebut sehingga jika ada pusat penjualan produk unggulan, itupun hanya menjual salah satu produk tertentu sehingga jika ada konsumen yang ingin membeli beberapa produk unggulan sekaligus harus langsung ke tempat-tempat dimana produk-produk tersebut diproduksi. Alangkah baiknya jika semua produk unggulan tersebut dikoordinir juga pemasarannya dan disediakan pusat penjualannya. Selain itu, pusat oleh-oleh ini juga bisa menambah jumlah lapangan kerja yang ada.

Sebagai langkah awal, pemerintah tidak harus langsung membangun beberapa pusat oleh-oleh sekaligus melainkan hanya membuat satu atau dua pusat oleh-oleh saja sebagai percobaan untuk mengetahui seberapa besar permintaan dan respon dari konsumen yang ada. Jika ternyata di awal-awal pembukaannya, pusat ini masih belum ramai dan tanggapan dari masyarakat juga belum seberapa. Pemerintah dapat membuat iklan maupun poster untuk menunjukkan bahwa sudah ada pusat oleh-oleh khas Mojokerto. Dan jika tanggapan dari masyarakat sudah mulai bagus, pemerintah dapat membangun cabang di setiap kecamatan khususnya di daerah-daerah obyek wisata.

Demikian beberapa uraian saya menanggapi keluhan beberapa orang yang selama ini masih kesulitan mencari pusat oleh-oleh khas mojokerto. Semoga uraian saya ini dapat menjadi suatu wacana yang nantinya benar-benar dapat diwujudkan dan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Mojokerto.
 

Proud to be

So far

Society Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Proudly part of

The New Episode of Life Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template
back to top